Monday, January 11, 2016

Pengalaman Porting Block F1ZR




Saya punya dua buah block F1ZR yang dikorek dua bengkel berbeda dengan karakteristik yang berlawanan. Yang satu top banget top speednya(selanjutnya saya sebut blok top speeed), walau os 75 bisa tembus 130 kpj. Tapi loyo torsi/tenaga di rpm rendah. Yang satunya lagi enak banget torsi/power di rpm rendah tapi loyo di top speed, cuman mentok di 120 kpj pake os 100(selanjutnya saya sebut blok torsi). Perbedaan karakteristik ini disebabkan perbedaan portingnya. Beda modif di lubang buang (LB) dan lubang hisap (LH).



Dari pengukuran blok top speed mempunyai ukuran LB = 35 mm dan LH = 32,5 mm. Sementara blok torsi mempunyai ukuran LB = 38 mm dan LH = 33 mm.

Dari pengalaman korekan blok ini dapat disimpulkan harus hati-hati kalau mau porting. Jangan sembarang memperbesar port beda, beda 2 mm saja sudah bisa fatal, nanti malah top speed mentok ngga mau naik-naik.

Kesimpulan :

LB = 38 mm dan LH = 33,0 mm --> torsi/power kuat di rpm rendah tapi loyo di top speed.
LB = 35 mm dan LH = 32,5 mm --> loyo torsi/tenaga di rpm rendah tapi jozz top speednya.

Untuk mengkompensasi kekurangan top speed pada blok torsi maka dilakukan bore-up hingga 53.8 mm. Pengalaman ini akan ditulis di tulisan selanjutnya(BERSAMBUNG).

1 comment: